Defisit keuangan, Inter Milan gagal lunasi cicilan transfer Achraf Hakimi

3 months ago 95
ARTICLE AD

Di beritakan melalui situs La Repubblica, bahwa Inter Milan mengalami kondisi keuangan yang sakit, diantara efek samping sakit keuangan yang di deritanya, berakibat pada gagal bayar transfer atas pemain Achraf Hakimi

Di awal musim ini 2020/21, Achraf Hakimi di beli oleh Nerazzurri dari Real Madrid, keduanya sepakat, transfer pemain asal Morocco dengan nilai 40juta euro.

Hakimi, menempati posisi sebagai pemain inti di Inter Milan, sedikitnya pemain berusia 22 Tahun ini, telah berhasil menyumbangkan 6 gol di Serie-A 

Sedikit kalah 3 gol atas Lautaro Martinez, serta 2x lipat perolehan gol yang di sambit oleh Romelu Lukaku.


Gagal Bayar Cicil.


Pada Real Madrid, tim yang di miliki oleh Alessandro Antonello tak langsung melunasi pembayaran transfer pemain pada Achraf Hakimi, melainkan menggunakan skema Installment sebanyak 4x pembayaran.

di period tertentu, Nerazzurri di wajibkan membayar senilai 10juta euro, yang seharusnya Inter juga membayar tanggungan tersebut pada Desember 2020 lalu, sayangnya, tim yang pernah di miliki oleh Erick Tohir ini, gagal melunasi cicilannya.

defisit keuangan yang di derita klub ini, telah membuatnya gagal melunasi cicilan di waktu yang telah di setujui kedua belah pihak.

Beruntungnya, Madrid masih mampu memahami kondisi yang di derita oleh Inter Milan, sehingga 2 klub besar ini membuat persetujuan baru atas pembayaran cicilan Hakimi.

Dan Inter Milan, masih di beri keringanan waktu hingga Maret 2021 mendatang.


Baca Juga :  Rooney pension, Solksjaer sebut akan jadi manajer


Krisis Finansial


Krisis keuangan yang di alami Inter cukuplah berat, Steven Zhang, sebagai salah 1 bos Inter Milan menyebutkan bahwa dampak dari pemerintah Tioongkok menerapkan kebijakan blokade pada perusahaan miliknya untuk melakukan investasi di klub bola luar neeri.


Meski demikian, Inter Milan juga di sebutkan segera melakukan negotiate dengan para pemain, berkaitan dengan gaji mereka, bahwa mengajukan permohonan penundaan pembayaran gaji para atlet bola.

Di lain pihak, Sunin Group, sebagai perusahaan Steven Zhang, bersiap menjual saham mereka sebanyak 40%, sayangnya kabar tersebut di bantah sebagai kabar burung.


Read Entire Article